Postingan

Esai: Konflik Agraria di Indonesia — Analisis Nilai Pancasila

A. Analisis Nilai Kerakyatan (Sila Ke-4) Konflik agraria yang meningkat tajam sepanjang 2024 menunjukkan bahwa pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan belum menerapkan prinsip  permusyawaratan / perwakilan  secara konsisten dan adil. Menurut laporan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), terdapat  295 letusan konflik agraria  sepanjang tahun 2024. ^1 Banyak dari konflik tersebut disebabkan oleh sektor perkebunan (terutama sawit), PSN, dan tambang. ^1 Jika dibandingkan dengan era Orde Baru, di mana penggusuran lahan untuk proyek negara seperti transmigrasi sering dilakukan tanpa musyawarah, konflik saat ini mencerminkan kelanjutan pola "land grabbing" sistemik—di mana lahan rakyat direbut untuk kepentingan kapitalis, seperti yang dijelaskan oleh akademisi seperti Saturnino Borras dalam teori akumulasi primitif agraria. ^6 1. Keterbatasan partisipasi masyarakat Secara ideal, keputusan pembangunan (terutama untuk lahan PSN) seharusnya melalui proses m...